ようこそ6105fanのブログへ 次は コメントをください

NEWS UPDATE Website JRFCI dipindahkan ke address yang baru yaitu http://www.geocities.jp/webjrfci dan kini hanya berbentuk webpage saja
Showing posts with label journal. Show all posts
Showing posts with label journal. Show all posts

Wednesday, 24 June 2015

Kereta Tematik HUT ke-488 Kota Jakarta

Tepat kemarin, tanggal 23 Juni, gue mencicipi kereta tematik yang diluncurkan KCJ. Ya, bertepatan dengan HUT kota Jakarta yang ke-488 oy oy oy , PT. KCJ meluncurkan kereta tematik yang dikonsep seperti museum. Kayaknya, pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuat kereta tematik ini di commuter line melalui pihak jasa advertisement VIAeight. Kayak apa ya? kayak gini ↓

Dulu, awal munculnya kereta tematik itu selalu pake rangkaian ex-Toyo Rapid 1000. Tapi kali ini rangkaian yang dipake buat kereta tematik ini adalah ex- JR205-66F KuRa H4 yang dikenal dengan skart yang menghilang entah kemana. 

Didalam kereta ini ada museum!
Kereta tematik ini melayani jalur Bekasi-Jakarta Kota, dan gue harus ngejer kereta ini sampe ke Cakung karena ketinggalan di Manggarai. Seperti event-event sebelumnya, cuma satu kereta (bukan satu set) yang dipasangi dekorasi tematik, gue lupa kereta berapa yang pasti agak ke belakang kalo dari Bekasi kearah Kota.

Gimana interiornya? menurut gue dibuat se-klasik mungkin dengan dominasi warna coklat yang bikin kangen suasana Jakarta tempo dulu. Ditambah lagi terminus rute kereta ini dari Jakarta Kota, jadi menambah kesan klasik tersendiri bagi yang udah naik kereta sejak negara api belum menyerang.

Lantainya berpola kompas dan belum kotor kotor
bangkunya berpola rotan menambah kesan klasik
Dengan mengambil konsep museum, disini ditempel berbagai foto seperti foto-foto Jakarta dari waktu ke waktu, foto moda transportasi yang pernah ada di Jakarta seperti bajaj, becak, bletek blenong, oplet, bemo, mobil kancil dan lain lain beserta deskripinya.

Galeri foto Jakarta deri waktu kewaktu, diambil dari tahun 1950 sampai saat ini.
Salah satu foto transportasi yang pernah ada di Jakarta, bletek blenong
Kemeriahan HUT kota Jakarta juga terasa dengan dekorasi pendukung seperti tirai dan poster.
Tirai dan gantungan ondel-ondel

Jakarta: Modern, Kreatif & Berbudaya
Namun, ada yang bikin gue ngakak saat menikmati kereta ini, yaitu rencana pembangunan transportasi Jakarta juga ikut dipajang dengan foto dari luar. Bahkan dengan deskripsinya

Rasanya pernah liat foto ini. Di wikipedia
Hei!! terlihat seperti kebohongan publik :v
Kayaknya kereta tematik ini masih ada, jadi yang mau liat langusng, silahkan cari di jalur Bekasi-Jakarta Kota.

(Artikel ini diposting sambil dengerin lagu)

Friday, 1 May 2015

Yang Gue Liat Di Purwakarta

How feel
Yak ini adalah postingan yang gue sebut dengan "Jurnal Perjalanan" (padahal lebih mirip cerpen anak SD). Sebagai lerpen, udah pasti gue melakukan perjalan ke berbagai tempat menggunakan kereta api. Tanggal 28 April kemarin, gue melakukan ritual penyegaran otak dari Ujian Nasional. Gue pergi ke suatu negri diselatan sana. Sebenernya cuma ke Purwakarta sih.

Malam hari, tanggal 27 April, gue dan perserikatan gue (temen yang sering ngumpul bareng) udah rencanain perjalanan ini. Aga galau mau kemana, musyawarah terbagi menjadi 2 kubu. Yang pertama team Merak, dan yang kedua adalah team Purwakarta. Kenapa galau? emang dasarnya aja pada alay 

Pertama, kalau kita ke Merak, pasti terngiang keindahan jalurnya. Gue udah lihat di Internet, jalurnya asli keren banget. Sebelahan sama laut, dan bahkan ada terowongan yang terbentuk dari karang. Tapi masalahnya, kepentok jadwal. Kita harus standby di Duri/Angke jam setengah 7 pagi. Belum mikir pulangnya sempet apa nggak. Kedua, kalo kita ke Purwakarta. Jadwalnya pas, berangkat jam 10.15 dan sampai sana jam 12. Pulang jam 4 sore. Puas disananya, tapi jalurnya gak seindah merak, dan "objek wisata"-nya udah rentan akan pengawasan polsuska. Sampe tengah malam kedua kubu berdebat, akhirnya keputusan jatuh ke Purwakarta.

Besoknya, gue berangat dari rumah jam setengah 8 pagi, dan sampai di JAKK jam setengah 10. Langsung disuruh ngantri tiket karena kalo seorang doang yang ngantri katanya gak bakal dikasih tiket kalo beli banyak. Kita butuh 6 tiket. Ada kejadian koplak disini, kita beli 6 tiket, ternyata yang megang amanat buat mesen tiket kelupaan buat beli satu tiket lagi buat seorang reporter MKA (tapi dia gak ngeliput kita, jahat). Alhasil dia balik ke loket buat ngantri sekali lagi.
Tapi ketika udah ngumpul semua (kecuali reporter MKA yang gak ngeliput kita. dia naik ojek dari Juanda ke Kemayoran dan naik dari sana karena gak sempet kalo ke Beos dulu) seseorang yang pangling tiba-tiba ngirim pesan via BBM alo dia gak jadi ikut. Dia harus tanggung jawab atas tiket yang udah dibeli!. Tiba-tiba yang berperan sebagai pemesan tiket..... (adegan berikutnya gak gue ceritain karena mengandung unsur kekerasan).

Setelah naik ke kereta cepat terbatas tujuan Purwakarta yang mewah dan elegan tersebut, kita dihadapi kegalauan lain, duduknya dimana....
Dengan sigap gw milih di tengah rangkaian (Kereta Pembangkit) karena bangkunya enak dan ACnya dingin, but wait ternyata gue lupa kalo reporter MKA yang gak ngeliput kita itu ikut dan bangkunya ga cukup. Akhirnya si pemesan tiket nemu bangku kosong. ternyata didepan banyak. Gue menganut prinsip langsam bahwa gerbong belakang lah yang biasanya kosong.

Sampai di Kemayoran, si reporter MKA yang gak ngeliput kita itu masuk. Gak lama kemudian ada kejadian yang cukup koplak lagi. Saat pemeriksaan tiket, tiket yang ada cuma 5, ilang satu, yaitu tiket si reporter MKA. Wajar dia gak megang tiket karena emang baru masuk. dicari kekantong manapun gak ketemu itu tiket, akhirnya gue nemu secarik kertas dikantong jaket gue, satu tiket lagi! ya itu tiket si orang pangling yang batal ikut. Jadi tiket itu yang dipae (padahal ditiket itu belum dikasih tanda tangan PKD).

Perjalanan berlangsung seperti biasa. Sampe ada mbak-mbak vvota yang ketimpa botol air. Sampe Cikampek, kita disambut jejeran mbah yang mangkrak menikmati hari tua diatas tanah.
Nih dia yang di Cikampek
Setibanya di Purwakarta, ya sudah pasti kita langsung jalan ke bangke-bangke, karena adanya larangan untuk masuk beberapa waktu lalu, jadi kita cuma sempet dipinggir-pinggirnya aja. Yang pertama itu bangke KRL Ekonomi jenis rheostatik stainless yang masih diatas rel, dibelakangnya ada potongan eks- TM5000 dan Toyo Rapid 1000. Si mbak-mbak vvota bingung cara naik turun kesana karena lumayan tinggi dan dia PENDEK.
Entah cuma perasaan gue doang. apa emang ini keliatan masih kinclong
Daleman TM5000
Yang ditumpuk disini, pasti udah pada tau. KRL rheostatik segala usia, Hitachi, TM5000 dan RAPID. iya RAPID 1000. Selain KRL-KRL itu, disini di tumpuk juga kereta-kereta penumpangyang udah gak layak pakai, seperti terbakar, dll. Juga ada KRD-KRD tua.

Bekas KRD Cikampek

Yang paling bersejarah disini, menurut gue itu Rheos tahun 76 alias angkatan pertama, dan Holec generasi awal
Yang ini lho
Selain itu, gue cuma menikmati "keindahannya" aja. Ini bagaikan museum bagi gue. Gue seneng, disini bisa keluar masuk kabin sepuasnya. Bahkan gue sempet beresin satu kabin Hitachi yang berantaan alias pada lepas, dan tuasnya masih ada.
Satu kabin rheos yang masih terbilang rapih

Kalo diliat dari bangunan stasiun sih keren
Buat bikin warung
Shut up coz i'm the king

Yang orang liat disini, mungkin cuma tumpukan kereta bekas yang udah berkarat, tapi yang gue liat lebih dari itu. Ini bukan tumpukan besi tua, ini tumpukan sejarah






BONUS:
Fakta dibalik hilangnya tiket si reporter MKA. ternyata tiket dia gak hilang, tapi ada di si pemesan tiket. Ternyata salah satu dari kita ada yang lupa naro tiket didompet dia, dan merasa tiketnya ilang (padahal didompet dan dia kira itu struk Seven Eleven, bukan tiket utuh)

Wujud asli si pemesan tiket

Stiker aslinya masih ada

Friday, 3 April 2015

Nambo Line Is Opened!

Here we are, unmurdered station of  Nambo
Bulan April emang bulan serba baru bagi perkomuteran Jabodetabek. Jadwal baru, sistem pentarifan baru, saldo minimum baru, Klender baru, Depok baru, dan tentunya ada jalur yang baru saja dibuka.

Jalur yang gue denger dulunya adalah bakal jalur lingkar luar untuk keperluan logistik yang menghubungkan Parunpanjang (rumah gue) Citayam, Nambo dan Cikarang tapi mandek karena kurang dana ini akhirnya sempat dipakai untuk jalur KA penumpang menggunakan KRD MCW301 dengan SF 2 kereta. Namun seiring berjalannya waktu  layanan pake KRD mbah itu ditiadakan (gue gak tau kenapa) dan akhirnya bener-bener cuma dipake buat kepentingan barang terutama semen yang emang pabriknya deket situ dengan relasi Nambo-Kalimas (jauh lho ke Surabaya). Dan pada akhirnya tanggal 1 kemarin, dibuka kembali sebagai jalur untuk penumpang yang dilayani oleh Commuter Line nya KCJ. Walaupun jadwalnya baru 5 perjalanan bolak balik tapi menurut gue sangat bermanfaat mengingat disana kayaknya banyak perumahan baik komersil maupun pekerja pabrik semen.
pabrik yang menurut gue lebih mirip bangunan di film-film alien
Yap benar, baru pertama kali gue menapakkan kaki dijalur ini. Gak banyak stasiun yang dilewatin, cuma 5 yaitu Citayam, Pondok Rajeg, Cibinong, Gunung Putri, terus Nambo. Podok Rajeg dan Gunung Putri gak berenti karena bangunan stasiun yang gak siap.
Perjalanan gue kesana dimulai dengan ganti celana jeans ditoilet stasiun Cisauk karena gue gak mau pergi dengan seragam pramuka dan males buat pulang. Berbekal KCJ timetable book yang gue bikin sendiri, gue melangkahkan aki kedalam KRL tujuan Tanahabang. Sampe tanahabang, gue langsung disambut dengan KRL tujuan Nambo dengan nomor PerKa 1820, gue gak nyangka surga dunia sedekat ini. Didalem sana gue inget kalo yang lain mau ikut, alhasil gue harus turun di Manggarai dengan keadaan hujan Badai non-Syahrini. Padahal udah didalem 1820 tadi. Efek nunggu pasukan jadi turun di MRI dan bakal lanjut pake 1838. Pas gue kontak yang lain, yang satu masih ngantor, yang dua pada gabut dikampus, yang lain belom pada jalan dan rencananyajadi naik 1838 yangberangkat jam 2 lewat dari Duri. Terus gue ngapain dengan waktu selama itu? a..a..a gue ini jenius, gue beli superbubur untuk mengisi waktu. Sembari ngecharge ponsel (buburnya udah abis) akhirnya yang abis ngantor dateng jam 12 lewat. Kita lanjut ke Duri naik Espass (tumben gue mujur) dan ketemu yang abis gabut dikampus seorang (yang satu lagi masih ngampus dan ketemu di Duri) Sampe di Duri, malah ketemu PKD ngaco yang ngomong kalo KRL Nambo bakal masuk jalur 4 tapi akhirnya masuk jalur 2 abis langsir di Angke. Ya udah bolak-balik dua kali antara 2 peron 1 dan 2.

Setibanya di Citayam, kereta masuk jalur 2, dan berenti agak lama. Akhirnya, setelah 10 tahun, wessel didepan stasiun Citayam dipake buat kepentingan penumpang orang. dan akhirnya gue bisa liat 2 jalur disebelah kanan!.

Gak nyangkanya, ada banyak hal unik yang gue liat dijalur ini. Seenggaknya cukup unik untuk jalur KRL. Selain pabrik semen yang mirip bangunan di film-film alien, ada tebing, hutan, bahkan penjara.
1a
Cukup unik, disini ada hutan. kayak di DAOP 2. padahal cuma minggir dikit dari bogor
Jalur ini menurut gue masih rawan dalam hal kecelakaan darat dan penimpukan. Bahkan hari ini ada kejadian memilukan yaitu tertempernya pengendara bermotor diperlintasan, hal ini cukup wajar karena mungkin banyak orang yang gak tau kalo jalur ini udah reguler dilewatin KRL.
Stasiun pertama yang dilewatin setelah Citayam adalah Pondok Rajeg, disini gak berenti karena bangunan yang gak siap terutama peron yang ultrashort (dan emang udah ancur) Tapi uniknya, ini satu-satunya stasiun yang punya atap diperon setelah Citayam. Ada banyak viaduct yang dilewatin dan kebanyakan berjaring untuk menghindari tindakan penimpukan dan jatuhan material.

Yang paling membuat jalur ini unik adalah, ada rutan yang dilewatin , gue gak tau ini namanya rutan apa. 
Potongan bangunan rutan. Keren kaya difilm-film
Dikereta yang menuju Nambo itu, gak ada penumpang awan sejak keluar Citayam alias cuma pejaba, railfans dan media.
Di foto ini samasekali gak ada penumpang awam
Akhirnya ada yang ngantri disini

Pembukaan jalur baru ini emang suatu berita yang mengsumringahkan hati. Namun yang terjadi hari ini mungkin agak sedikit gak menyenagkan. Pertama ada pengendara motor yang merasa tampan sesaat sebelum nabrak KRL di PJL dekat stasiun Citayam. Akibatnya, skart KRL 205-66 harus dilepas karena bengkok kena motor.

Fotonya Aliga Yuda
Lalu adanya kejadian yang dialami KA 1855 losspower pas mau jalan dari Nambo, katanya sih ada sekitar 2 jam mandek disitu
Suasana pas losspower. Banyak orang tampannya. (foto: Chairul Gunawan)
Menurut salah satu rekan, Sebelumnya di Citayam terjadi gangguan wesel akibat dari KRL yang menabrak motor dan menyebabkan antrian dan kepadatan KRL di jalur Bogor - Jakarta ataupun sebaliknya sehingga dari kepadatan lalu lintas KRL di selatan tersebut jalur Citayam - Nambo tidak mendapat supply listrik yang cukup untuk menjalankan KRL.Ditambah dengan suppy listrik jalur Nambo hanya berpusat di gardu listrik yang berada di St. Citayam (oleh Tubagus Gemilang Pratama).

Semoga saja, kedepannya gak ada lagi problem-problem dijalur yang baru bangkit dari mati surinya selama 10 tahun ini. Udah ah, capek gue ngetik

Monday, 23 March 2015

KFW's Back!

Gue foto di Serpong, balik sekolah
Nggak tau ada angin apa, salah satu seri KRL yang sempat "menghilang" kini muncul kembali menghiasi jalur besi maskulin jabodetabek.

INKA KFW i9000 dibuat oleh Industri Kereta Api Madiun pada tahun 2011 dan dikantongi oleh Departemen Perhubungan RI sebanyak 40 unit ini dibekingi oleh Bombardier untuk teknologi dan KFW atau Kreditanstalt für Wiederaufbau (coba deh lu ucapin ini nama 10 kali secara cepat.) untuk modal. Sempat hilang untuk beberapa bulan atau bahkan hampir setahun karena ada sedikit masalah yang mengharuskan adanya perbaikan jangka panjang.

Gue kaget, pas lagi nganter bokap naik motor cuma pake kaos sama celana boxer dan muka kucel bangun tidur malem-malem kestasiun dan ngeliat ini KRL. Walaupun gue gak terlalu demen alias biasa aja sama ini KRL, tapi tetep aja ada sedikit rasa kangen yang menyelimuti.

Gue liat, gakada perbedaan yang signifikan pada bagian muka. Karena emang gak dirubah sih. tapi LCD dalem ilang! gak logis, maling bisa kaya kalo ngembat LCD sebanyak itu, akhirnya gue tersadar bahwa orang dipo yang ngelepas. Gue perhatiin lagi, ternyata kaca spion juga gak ada! ini juga gak logis, KRL kan gak lewat lampu merah. lah terus siapa yang nyongkel spionnya? untuk aircon gue rasa cukup tapi belum semua gue jelajahi. Coz, gue ngeliat salah satu jendela darurat kebuka.

Seperti biasa, gue gak pernah dapet KRL ini buat ditumpangin. ini juga terjadi pada gue saat dia baru dinas beberapa tahun lalu. Jadi masalah perbedaan akselerasinya jangan tanya gue. Postingan ini baal gue update kalo udah ketemu lagi sama KFWnya

Yang gue tau, alasan kenapa KFW bisa dinas lagi adalah......
Karena dia udah siap dinas